Hidangan

​Wah, banyak sekali ekspresi yang ingin diledakkan sebagai syukur atas Rahmat Allah SWT atas acara 212 kemarin.

Dorongan untuk membesarkan diri, dan membalas sekian kenyinyiran kelas menengah ngehek (istilah Kang Yogi Prasetya) juga besar. *Tabik Kang 🙂
Tapi meski itu menggoda, sungguh tidak ada apa2nya dibandingkan sekian karunia yg telah Allah limpahkan. Lahir maupun bathin.

Benar2 tidak ada apa2nya.
Jadi mari kita habiskan hari2 berikut dengan kesyukuran. Mari kita nikmati saja semua hidangan dari Allah SWT. Bukan suatu kebetulan, sikap bela muslimiin terhadap Al-Maidah, maka Allah membalasnya pun dengan Al-Maidah (Jamuan hidangan) dari Allah SWT langsung.
Apakah ini semua bukan Al-Maidah (hidangan):
1. Allah SWT satukannya qolb-qolb Muslimiin. Hingga jutaan orang bergerak ke satu tujuan istighosah, dzikir dan tahlil. Tanpa rekayasa, lillahi ta’ala. Semua bersaksi muskilnya jutaan umat itu direkayasa. Dan semua orang beriman tahu pasti hanya Allah yang bisa menyatukan qolb orang2 beriman. Hidangan Allah terlezat yang lama sekali, bahkan belum pernah kita nikmati selama ini.
2. Allah angkat akhlaq2 mulia, mujahidin Ciamis yang berjalan, muslimin dan muslimat yang mendukungnya, tukang roti yang menggratiskan, santri2 yang menjaga kebersihan, aparat yang melindungi, dan buanyak lagi. Tak akan habis foto2 dan cerita2 akan Allah hidangkan sekian hari kedepan. Sebuah appetizer dari Allah.
3. Allah tampakkan Islam rahmatan lil ‘alaamiin. Ketakutan manusia sirna, berubah menjadi ketakziman. Siapa yg bisa merubah ketakutan dan kekhawatiran itu menjadi kedamaian, selain Allah? Hanya Allah yang punya resep Nya. Hanya Dia yang bisa meracik Nya.
4. Allah ubah potensi perpecahan menjadi persatuan. Bahkan do’a qunut yang sejak dulu menjadi simbol perpecahan umat Islam, kemarin malah menjadi simbol persatuan. Do’a qunut yang luar biasa, dimana semua ridlo membaca, mengaminkan dan menangisinya. Sebuah Desert dari Allah SWT.
Al-Maidah adalah tentang Jamuan dari Allah SWT. Surat itu dinamai Al-Maidah karena memuat kisah para pengikut setia nabi Isa as meminta kepada nabi Isa agar Allah menurunkan untuk mereka Al-Ma’idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Dan umat Muhammad adalah pengikuti setia Nabi Isa as. Tidak ada keraguan disana. Kami adalah kaum Hawariyyun. Kami adalah orang yang pertama membasuh kaki Beliau AS bila kelak beliau diturunkan kembali oleh Allah SWT.
Umat Islam pun adalah semut Ibrahim. Jutaan umat yang kemarin berkumpul, adalah semut-semut kecil yang masing2 membawa sebutir air untuk menunjukkan keberpihakannya kepada agama Ibrahim dan melawan api angkara dan kemurkaan dunia. Meski semut ini tahu tindakannya mustahil memadamkan api, tapi Allah Maha Kuasa untuk merubah sifat api yang panas jadi dingin.

Mungkin Allah SWT memang sedang menanti saja, mana di antara semut atau cicak yang akan memilih takdirnya sebagai Pembela Ibrahim.
Ahhh…. hidangan dari Allah ini prasmanan. Banyak sekali yang bisa kita cicipi dan nikmati. Jadi abaikan semua komentar negatif, unfriend saja semua yang nyinyir. Mari kita santap dan nikmati Al-Maidah yang tak habis2nya ini. Dengan penuh kesyukuran, bukan dengan kesombongan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s