Ajaran Rasulullah SAW Tentang Cara Mendidik Anak

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Kalau anda peduli pada anak, mohon membaca, merenungkan dan membahas hadiths2 ini dengan semua teman dewasa, orang tua, dan guru yang anda kenal. Ini nasehat dari Rasulullah SAW tentang cara mendidik anak. Kalau paham sedikit ttg Psikologi Anak, anda mungkin akan kaget. Apa yang masuk buku teks Psikologi Anak di semua universitas dunia sekarang, sebagai “ilmu terbaru” para psikolog, sangat mirip atau persis sama dgn nasehat dari Rasulullah ini. Psikolog baru paham apa yg sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dari 1400 tahun yg lalu (tapi sayangnya belum dipraktekkan oleh kebanyakan guru atau orang tua Muslim selama ini).
Banyak guru dan orang tua mengatakan bahwa “setiap kesalahan anak harus dihukum agar ada efek jera”. Anehnya, Rasulullah SAW tidak pernah ucapkan kalimat seperti itu. Dari mana guru dan orang tua Muslim itu dapat konsep itu, karena tidak berasal dari ajaran Nabi kita. Jadi siapa yang mereka ikuti? Semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Hormati Anak, Memaafkan Kekeliruannya, Tidak Membenaninya Dan Tidak Melukai Hatinya:
Dalam suatu majelis, Rasulullah SAW mengingatkan para sahabat-sahabatnya, “HORMATILAH ANAK-ANAKMU dan didiklah mereka. Allah SWT memberi rahmat kepada seseorang yang membantu anaknya sehingga sang anak dapat berbakti kepadanya.” Salah seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana cara membantu anakku sehingga ia dapat berbakti kepadaku?” Nabi Menjawab, “MENERIMA USAHANYA walaupun kecil, MEMAAFKAN KEKELIRUANNYA, TIDAK MEMBEBANINYA dengan beban yang berat, dan TIDAK PULA MEMAKINYA dengan makian YANG MELUKAI HATINYA.” (HR. Abu Daud)

Bermain Bersama Anak Dan Menggembirakan Hatinya:
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang memiliki anak, hendaklah ia BERMAIN BERSAMANYA dan menjadi sepertinya. Siapa yang mengembirakan hati anaknya, maka ia bagaikan memerdekakan hamba sahaya. Siapa yang bergurau (bercanda) untuk menyenangkan hati anaknya, maka ia bagaikan menangis karena takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Berlaku Adil Pada Anak:
Rasulullah SAW bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dan BERLAKULAH ADIL terhadap anak-anakmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan Menghukum Anak Yang Merusak Barang:
Rasulullah SAW bersabda, “Jangan memukul budak perempuanmu hanya karena dia memecahkan barang pecah-belahmu. Sesungguhnya barang pecah-belah itu ada waktu ajalnya seperti ajalnya manusia.” (HR. Abu Na’im dan Ath-Thabrani)

Jangan Menghardik Anak Kalau Berbuat Salah:
Dari Anas yang berkata: “Aku telah melayani Rasulullah SAW selama sepuluh tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan ‘Mengapa engkau lakukan?’ dan juga tidak pernah mengatakan ‘Mengapa engkau tidak melakukannya?’”
(HR. Bukhari, Kitab Adab No.5578)

Jangan Marahi Anak Yang Tidak Lakukan Sesuatu:
Dari Anas yang mengatakan, “Beliau tidak pernah sekali pun memerintahkan sesuatu kepadaku, kemudian akan manangguhkan pelaksanaannya, lalu beliau mencelaku. Jika ada salah seorang dari ahli baitnya mencelaku, beliau justru membelaku (dengan mengatakan), ‘BIARKANLAH DIA, seandainya hal itu ditakdirkan terjadi, pastilah terjadi.’” (HR. Ahmad No.12938)

Memberikan Kedudukan Yang Baik Dalam Hati Orang Tua:
Seseorang datang kepada Rasulullah SAW, dan bertanya, “Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?” Rasulullah SAW menjawab, “Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatimu).” (HR. Aththusi).

Cintai Anak Dan Menempati Janji Pada Mereka:
Rasulullah SAW bersabda, “Cintailah anak-anak dan kasih sayangi lah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki.” (HR. Ath-Thahawi).

Kalau Anak Membaca Dan Mengamalkan Al Qur’an, Orang Tua Dapat Balasan:
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus daripada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini?”
(HR Abu Daud)

Berapa banyak dari kita yang sangat jauh dari contoh parenting ini yg diberikan oleh Rasulullah SAW? Sudah saatnya kita berubah, betul? Kalau tidak mau berubah, dan merasa sudah benar, tolong jelaskan: Siapa yang anda ikuti ketika marahi dan menghukum anak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s