Memahami Manifesto Agile Methodologies

Agile Manifesto

Sudah 14 tahun sejak diluncurkannya agilemanifesto. Seberapa paham anda dengan manifesto ini. Mari kita kupas tentang manifesto ini satu per satu. Mungkin bisa menjadi bahan diskusi dan pembelajaran bagi kita semua.

1. Individual and Interaction over processes and tools.

Ini aspek yang paling penting dalam agile methodology. Kualitas software ditentukan oleh kualitas individu, dalam hal ini developer. Developer adalah tenaga kreatif. Developer tidak mudah tergantikan. Jadi jangan menganggap keluarnya seorang developer akan dengan mudah digantikan dengan yang lain. Jangan pula menganggap  bahwa untuk mempercepat pengembangan dapat dilakukan dengan semata-mata menambah developer. Tools dan proses penting. Namun di atas itu kualitas dan kefokusan developer jauh lebih penting. Berikan lingkungan kerja yang nyaman untuk developer. Berikan dukungan terbaik untuk mereka, dan TRUST THEM to make the job done.

Interaksi terbaik untuk menyampaikan informasi ke dan dalam development team adalah face-to-face conversation, bukan lewat collaboration tools, email, whatsapp, BBM dan sejenisnya.

2. Working software over comprehensive documentation.

Apa artinya dokumentasi yang komprehensif tetapi softwarenya ga jalan. Hal terpenting adalah memberikan working software kepada customer  sesering mungkin. Working software adalah ukuran utama dari kemajuan pekerjaan.

3. Customer collaboration over contract negotiation.

Kita sering terjebak dengan TOR di dalam kontrak. Ok, kontrak penting. Tapi ingat, seringkali customer tidak mampu mendefinisikan  kebutuhan sesungguhnya di awal pekerjaan. Jadi di atas semua itu, kolaborasi dengan customer selama proses pengembangan adalah cara yang lebih baik. Dalam kolaborasi ini, peran developer menentukan berapa lama suatu kebutuhan (requirement/user story) diselesaikan, sedangkan peran customer adalah menentukan prioritas mana dari kebutuhan yang dikerjakan terlebih dahulu.

4. Responding to change over following the plan

Kecuali system yang sangat sederhana, maka tidak mudah untuk memikirkan semua fitur, data, dan use case dalam sebuah perangkat lunak. Akan banyak temuan-temuan baru dalam proses pengembangan. Temuan-temuan baru ini dapat ditangkap karena adanya umpan balik dari pengembangan iteratif.  Merespon perubahan karena adanya temuan-temuan baru itu jauh lebih baik daripada memaksakan diri following the plan yang dibuat ketika banyak hal belum diketahui. Sekalipun perubahan itu akan memperlambat sedikit penyelesaian pekerjaan.

Demikian 4 aspek yang tercantum dalam agile manifesto. Kalo anda setuju dan ingin menandatanganinya bisa di sini Sign Manifesto.

Alangkah jauhnya perjalanan. Alangkah sedikitnya bekal. Alangkah agungnya tujuan (Ali bin Abu Thalib?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s