Catatan Mudik Bukittinggi 2015

Honda CRV itu menyalip lalu memperlambat kendaraannya sambil menghidupkan lampu hazard. Ane salib lagi. Lalu dia salib lagi, kemudian memperlambat kendaraannya. Panik. Teringat cerita-cerita perampokan kendaraan di daerah itu. Sambil membaca “Lahawla wa la quwwata illa billah”. Ane salib lagi. Lalu dia salib lagi. Lalu pergi menjauh.

Itulah sepenggal kejadian paling menegangkan saat mudik lebaran ke bukittinggi tahun 2015 kemarin. Kejadian itu terjadi di ruas Tebanggi – Manggala selepas maghrib.

Rute Lintas Sumatera

Untuk menuju ke bukittingi ada dua rute yang bisa dilewati. Jauh hari sebelum pulang kampung, ane selancar di internet untuk mencari rute yang ideal. Akhirnya ane putuskan melalui rute timur, melewati palembang dan jambi, karena istri ane mau ketemu dengan temennya di Jambi. Namun ketika pulang dari bukittinggi ane melalui rute tengah, melewati lubuklinggau, lahat, muara enim, baturaja. Ternyata jalan di rute tengah lebih banyak yang mulus dibanding rute timur. Jadi kalo agan mau pulang ke daerah di sekitar Sumbar, ane sarankan untuk melalui rute tengah. Hanya yang perlu diperhatikan adalah ketika melewati ruas Lubuklinggau – Lahat, sebaiknya dilakukan pada siang hari. Katanya di situ daerah rawan perampokan.

Penginapan Selama Perjalanan

Ketika berangkat ane menginap 2 kali gan, yaitu di Hotel Sarbini Manggala dan di rumah temen di Jambi. Untuk hotel sarbini ane ambil kamar deluxe dengan harga Rp 330.000,-. Ini hotel ane rekomendasi gan, soalnya bersih, kamarnya besar dan kasurnya twin besar besar. Jadi ane ga perlu extrabed lagi tidur sekeluarga, 1 bini, 4 orang anak🙂.

Kemudian ketika pulang ane nginep 2 kali, yaitu di Hotel King Sorolangun dan Hotel Musas Baturaja. Tarif di kedua hotel hampir sama yaitu Rp 250.000,- ditambah extrabed Rp 80.000,-. Hotel yang ane rekomendasikan adalah Hotel Musas gan, bersih dan baru. Oya, jangan lupa bawa KTP suami istri kalo mau nginep di hotel ini.

Kejadian Menyedihkan

Trafik di lintas Sumatera tidaklah seramai pantura. Yang suka menghambat perjalanan biasanya hanyalah truk-truk. Tidak mudah untuk menyalib truk-truk ini, mengingat jalan di lintas sumatera sebagian besar tidaklah selebar jalan di Jawa, ditambah lagi jalan yang berkelok dan turun naik, ditambah lagi banyaknya sepeda motor. So, kebahagiaan sendiri setelah berhasil menyalib truk-truk ini. Sempat kejadian setelah menyalib serombongan truk di medan yang berat, betapa bahagianya. Namun tidak berapa lama,  istri minta berhenti karena bertemu dengan barisan penjual batu (akik). Tidak berapa lama kemudian, barisan truk yang ane salib itu gan, hiks, lewat dengan manisnya, hiks hiks.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s