Catatan Itikaf 1430H/2009M

IMG0394A

Tahun ini, pertama kali saya sekeluarga di Masjid At-Tin, Taman Mini. Sebenarnya yang semangat sekali ingin itikaf full 10 hari adalah istri tercinta, yang selama ini belum pernah itikaf dimana pun. Sedangkan saya tahun-tahun sebelumnya biasa itikaf secara ngalong di Masjid dekat rumah, mulai pukul 2.00 dini hari sampai subuh. Sebagai suami, tentu saya support dong keinginan istri tercinta, apalagi untuk kebaikan.

Kenapa di At-Tin?
Awalnya begitu banyak pilihan untuk itikaf. Diantaranya yang sempat jadi kandidat selain At-Tin adalah Masjid Baitut-Taqwa di Bea Cukai Pusat Rawamangun, Masjid Al-Azhar Jaka Permai Bekasi, dan Masjid Al-Barkah Bekasi. Dua yang terakhir tidak jauh dari rumah kami yang berada di kota Bekasi pula. Tapi atas saran seorang teman, kami disarankan ke Masjid At-Tin saja, kenapa? Karena di Masjid At-Tin, itikaf dengan membawa anak-anak/bayi sudah menjadi hal yang biasa atau dapat diterima, sedangkan di tempat lain belum tentu. Akhirnya kami pilihlah At-Tin, karena kami berencana membawa ketiga anak kami itikaf.

Semangat Sekali
Benar saja, setibanya di At-Tin hari pada sore menjelang malam 21, kami menyaksikan beberapa mutakif (peserta itikaf) sudah ada yang tiba. Sudah ada yang menggelar alas tidur mulai dari karpet tipis sampai kasur. Dan betul, ada yang bawa bayi segala, Subhanallah, begitu semangatnya orang-orang ini beribadah Ramadhan, begitu semangatnya mereka menjemput Lailatul Qadr, ya Allah rahmatilah kami. Amin.

Masjid yang Luar Biasa
Ada 2 hal yang sangat saya rasakan sehingga masjid ini memang bisa menjadi tempat yang nikmat untuk itikaf. Yang pertama, bebas nyamuk. Ha, anda mungkin heran, kenapa demikian? Tahun-tahun sebelumnya saya biasa itikaf di masjid dekat rumah secara ngalong (tidak full, hanya dari pukul 2.00 sampai subuh). Satu hal yang paling mengganggu saya adalah nyamuk, padahal sudah pakek autan, tapi masih ada aja yang bandel, tidak hanya ketika tidur, shalat dan ngajipun kita masih diganggu. Yang kedua, air yang melimpah. Tempat BAK dan tempat wudhu banyak. Saya merasakan hampir tidak pernah harus antri untuk BAK atau wudhu, hanya untuk mandi dan BAB saja yang masih ngantri karena keterbatasan kamar mandi.


Jadwal Kegiatan Itikaf yang padat

Jadwal kegiatan itikaf di At-Tin ini cukup padat terutama di malam-malam ganjil. Setelah shalat tarawih 23 rakaat dengan bacaan yang tartil dilanjutkan dengan kajian ba’da tarawih hingga pukul 23.00 WIB. Lalu pukul 2.00 hingga pukul 3.00 dini hari dilakukan Qiyamul Lail 11 rakaat plus muhasabah. Ba’da subuh pembacaan Al-Quran 1 juz yang dibacakan oleh para Hafidz, kita bisa menyimak bacaan mereka. Siang harinya ada kajian ba’da Dhuhur. Asyikan. Segar rasanya menerima begitu banyak siraman rohani dari ustadz-ustadz yang rata-rata lulusan Al-Azhar, Cairo.

Bukber IA ITB
Hari ke 23 Ramadhan, Ikatan Alumni ITB mengadakan acara buka puasa bersama di Masjid At-Tin. Ceramahnya diisi oleh Ahli Fisika dari ITB, Agus Purwanto, tentang Ayat-ayat Semesta. Ceramah yang bagus, tapi sayang pada kemana alumni ITBnya ya? kok sepi banget, apa lagi pada sibuk setor muka ke cikeas.


Maling Yang Senang Berdzikir

Walaupun dalam masjid, tidak menjamin bebas maling. Buku saya “Ayat-ayat Semesta” yang baru saya beli setelah ceramah di Bukber IA ITB, raib. Tidak hanya itu, tidak berapa lama kemudian, buku saku dzikir bonus pembelian DVD potret kehidupan Rasulullah juga ikutan raib. Benar2 maling yang gemar berdzikir. Mudah-mudahan bermanfaat ya bro. Amin.

Lailatul Qadr
Saudara saya di Kalimantan, bilang LQ adalah malam 21, keponakan saya yang mondok di Darul Quran mengatakan kalau LQ adalah malam 23, ustadz Subki bilang malam 24, saya sendiri dan kebanyakan jamaah di At-Tin berpendapat LQ adalah malam 27. Saya merasakan bahwa siang hari tanggal 27 itu, dari pagi sampai sore, lebih nyaman (tidak sepanas) dari hari-hari lainnya. Wallahu a’lam.

Demikianlah catatan Itikaf ini. Mudah-mudahan bisa menginspirasi pembaca untuk turut beritikaf di masa-masa yang akan datang. Ya Allah terimalah amal ibadah kami, sempurnakanlah pahalanya di sisi Mu, ridhailan kami, dan panjangkanlah umur kami hingga kami bisa berjumpa dengan Ramadhan Mu kembali. Amin.

One thought on “Catatan Itikaf 1430H/2009M

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s