Harapan Itu Masih Ada

Saya bukan caleg PKS. Saya hanya berharap senayan diisi oleh orang-orang yang tepat. Yang amanah, yang tidak korupsi dan yang berjuang untuk kesejahteraan rakyat. Jangan tertipu oleh iklan, jangan tertipu oleh janji. Lihatlah faktanya. Tonton berita. Baca koran. Searching google. Anda akan tahu siapa yang JUJUR dan lebih layak DIPERCAYA. Dan faktanya ada dihadapan Anda saat ini. Saya ringkaskan untuk Anda. Tapi kalau Anda tidak percaya kepada saya dan mau mencari beritanya sendiri itu lebih baik lagi. Satu lagi yang penting, Saya tidak mengatakan PKS adalah kumpulan malaikat yang tidak pernah salah. Saya hanya mengatakan PKS relatif lebih BERSIH dan lebih PEDULI dibanding parpol lain. Jadi kalo dicari-cari kesalahannya pasti ada juga kesalahan PKS. Mungkin kamu kagum kepada SBY, JK atau Mega. Tak mengapa karena bahasan kita kali ini bukan mana presiden terbaik tapi mana parpol terbaik. Tapi ini pendapat saya saja, kalau kamu punya pendapat lain ya tidak apa.

TERBUKTI BERSIH

1. PKS mengembalikan gratifikasi 1,9 M Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Nah menurut pasal 12 B ayat (1) UU No. 31 tahun 1999 jo. UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi, penerimaan gratifikasi tersebut harus dilaporkan kepada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya gratifikasi. Nah di bawah ini adalah parpol di DPR yang melaporkan gratifikasi:

– PKS : 1,9 Milyar

– Golkar: 15,8 juta

– PDK : 5 juta

– PKB : 1 juta

Sungguh aneh. Jumlah PKS yang tidak sampai 10% bisa mengembalikan 1,9 milyar sedangkan sisanya yang 90% hanya mengembalikan 21,8 juta. Ternyata parpol lain beralasan mereka tidak melaporkan karena mereka tidak menerima gratifikasi, mereka menolak gratifikasi dari awal. Apa anda percaya? Saya sih tidak. Fakta anggota legislatif PKS yang mengembalikan gratifikasi ini sempat menjadi buah bibir di media nasional. Di antaranya Suryama yang dibahas kompas dan Suswono yang dibahas detik.com.

2. PKS mengembalikan uang suap Diantara 50 anggota Komisi IV DPR yang diduga menerima suap terkait alih fungsi hutan di Tanjung Api-Api, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, semua anggota FPKS sudah mengembalikan uang tersebut. Bahkan Uang dikembalikan pada tahun 2006, jauh sebelum kasus tersebut terungkap. Perhatikan bahwa semua fraksi di DPR terlibat kecuali fraksi PKS. Anda muak? Saya juga.

3. PKS sering menjadi juru kunci terbongkarnya kasus KORUPSI Diantaranya Jalaluddin Asy Syatibi juru kunci kasus suap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan. Dan Ahmad Zarkasih terkait dugaan korupsi walikota Bengkulu.. Bahkan Ahmad Zarkasih malah dimasukkan penjara terkait laporannya.

TERBUKTI PEDULI

Di bawah ini adalah berita yang saya kumpulkan terkait bukti nyata bahwa anggota DPR dari PKS adalah yang lebih PEDULI dan lebih SENSITIF dengan nasib rakyat.

1. Terkait Gempa di Yogyakarta Anggota dewan dari PKS tercatat paling banyak menyumbangkan gajinya kepada korban bencana. FPKS mennyumbang 5 genset untuk korban bencana gempa DIY-Jateng dan anggota DPR PKS menyumbang 100 % gaji buat korban Gempa

2. PKS sering tidak mengambil uang yang merupakan haknya Tercatat anggota DPR PKS menolak dana upah pungut PAD. Mereka juga pernah menolak mobil dinas baru. Dan menolak tunjangan BBM 10jt/bulan. Padahal jika diambilpun itu tidak melanggar hukum karena diatur undang-undang namun itulah bukti kalau anggota DPR dari PKS lebih SENSITIF. Hari gini nolak uang?

Selain anggota DPR PKS yang peduli, kader-kader PKS pun selalu terdepan dalam membantu masyarakat. Baik dalam kegiatan sosial kemasyarakatan maupun dalam penanggulangan bencana. Berita-berita di bawah ini juga menepis anggapan jika PKS hanya peduli masalah Palestina dan tidak peduli masalah bangsa. Karena kenyataannya aksi solidaritas Palestina PKS hanya secuil jika di bandingkan aksi solidaritas kepada satu bangsa. Di sini saya berikan faktanya, kamu bisa menilai sendiri.

1. Terkait banjir seluruh Indonesia

-PKS Dirikan 152 Posko Banjir di 5 Wilayah DKI Jakarta

-Cegah Banjir, PKS Jateng Bangun 100 Sumur Resapan

-1.500 Relawan PKS Bantu Korban Banjir di Wilayah Jatim

-Tim Relawan P2B PKS Jakarta, Siaga Banjir

-PKS Dirikan Delapan Posko Bantuan Banjir di Sinjai.

-PKS Jateng Evakuasi Korban Tsunami

2. Terkait tsunami Aceh

-PKS Kelola 150 ribu Lebih Pengungsi di Aceh.

-PKS Kirim Relawan ke Aceh

-PKS Kirim Relawan Perempuan ke NAD.

-PKS Jadi Buah Bibir Masyarakat Medan

-PKS Aceh Tampung Korban Tsunami

-PKS Himpun Rp 11 Milyar Untuk Korban Tsunami Aceh

-The Washington Post : Misi Kemanusiaan PKS Menuai Simpati

3. Terkait gempa Yogyakarta

-Relawan PKS Tewas Tenggelam di Kali Opak, Bantul

-PKS Kirim 1.000 Relawan

-1.000 Relawan PKS Bersihkan Puing Bangunan di Bantul

-PKS Bantu 300 Kantong Darah Untuk Yogya

-Gempa Yogya Sejumlah Parpol Turunkan Relawan

-PKS Buka Dompet Peduli Yogyakarta di Monas

-PKS Buka Posko Bantuan Gempa Yogyakarta

-DPW PKS Jakarta Terapi 150 Anak Korban Gempa Yogya

-Bersihkan Puing Gempa, PKS Jateng Berangkatkan 1.500 Relawan

Sumber: http://www.simpatisanpks.co.cc/

2 thoughts on “Harapan Itu Masih Ada

  1. Tapi sayangnya koran dan media banyak memaksa untuk mengikuti pikirannya. Apa itu? prasangka buruk, fitnah, gosip dan gunjing.
    Mencari-cari kesalahan orang lain, kecurigaan. Teruslah demikian, maka negara ini tidak akan ada pembangunan. Karena semua saling mengintip satu sama lain. Saling tuding dan saling menjatuhkan. Ini lah fakta yang dibeberkan media.
    Pengaruhnya, masyarakat menjadi wadah provokasi. Dan bahaya provokasi demikian adalah provokasi yang paling berbahaya.
    Tidak akan ada kemajuan. Karena orang malas, takut dirinya malah menjadi objek kambing hitam dari oknum berkepentingan.
    Saya kira artikel ini pun memuat kepentingan.

  2. Kalau Kasusnya Mantan orang No 1 DI PKS
    saya No coment deh….. samapai saat ini saya belum percaya kalau ada Partai yang bersih, belum percaya ada birokrasi yang bersih, belum percaya ada pemimpin yang bersih…… bukan berarti shu’udzon, tapi memang tidak ada yang bekerja tulus… semua ujung-ujungnya uang dan jabatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s