Puas bermain di rumah, serius di sekolah?

Pagi itu saya menjemput Tamam, 5th, ke tk-nya. Kelas belum usai, saya mengintip dari jendela. Saya lihat seorang anak sedang maju ke depan sedang belajar membaca tulisan di papan tulis dibimbing gurunya. Saya lihat Tamam, anak saya, berdiri di bangku paling depan serius mengikuti temannya berlatih membaca. Saya takjub, tentu saja, menyaksikan pemandangan itu. Bagaimana mungkin Tamam begitu seriusnya memperhatikan temannya sedang berlatih membaca sementara 3 atau 4 orang anak lainnya bercanda, berteriak-teriak dan berlari-larian di dalam kelas.

Sebenarnya itu bukan kali pertama saya menyaksikannya serius kalo di kelas. Dalam suatu tes masuk SD bulan Maret lalu, saya melihat dia begitu serius mengerjakan tes.

Kenapa saya takjub? tentu saja, saya mengetahui keseharian Tamam yang tidak pernah berhenti bermain. Seringnya ya bermain di luar. Kalo belum kotor, atau lapar atau perlu uang untuk jajan dia tidak akan pulang. Hingga saya sampai pada kesimpulan kalo anak puas bermain di rumah, jadi serius di kelas, sebaliknya anak yang hobi bermain di kelas, karena kurang puas bermain di rumah.

Any comment?

tamam

2 thoughts on “Puas bermain di rumah, serius di sekolah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s