Ini tulisan saya yang terakhir tentang hadits yang berbunyi : “Ketika janin manusia berumur 120 hari, maka ditentukan 4 hal yaitu rezeki, jodoh, usia, dan takdir baik dan buruknya.” Tiga tulisan sebelumnya bisa dibaca di sini, sini, dan sini.
Ketentuan jodoh sengaja ditaruh paling akhir, soalnya orang indonesia tidak biasa berjodoh banyak alias poligami. Jadi ketentuan jodoh terutama untuk orang Indonesia bisa sangat sederhana. Berbeda dengan ketentuan jodoh orang Arab yang bisa sampe empat, belum lagi kawin cerai untuk mempertahankan agar jumlahnya tetap empat.
Sekali lagi saya berpendapat ketentuan jodoh pun ditulis dengan kondisi. Mengapa? faktanya sudah menjadi umum seorang muslim atau muslimah disarankan shalat istikharah ketika memilih jodoh. Kalo jodoh ditulis tanpa kondisi, lalu buat apa shalat istikharah? Berikut contoh ketentuan jodoh:
“Wahai fulan bin fulan, jika engkau memilih Y, maka usia pernikahanmu 5th, jika memilih Z, maka usia pernikahanmu 12th”.
Demikianlah tulisan kuartologi ini. Mudah-mudahan dengan membaca semua tulisan ini, kita tidak akan pernah lagi menyalahkan ketentuan Allah, tapi justru menerima ketentuan-Nya sebagai cermin ke-MahaAdil-annya.
Wallahu’alam











thanks atas artikelnya menarik dan lucu serta masuk akal. keep writing ya.
Amin. Allah telah merencanakan segala sesuatunya dengan baik. Tinggal kita yang berusaha disertai doa. Good article.