Suatu kali saya mempromosikan pasangan XY untuk pilkada. Komentar orang tersebut:”Emang masih ada hubungan apa dengan si X”, ada juga yang komentar:”Emang dapet apa dari si Y”. Lain waktu saya mempromosikan sebuah operator seluler F. Komentar orang:”Emang dikasih apa sama F”. Lain waktu lagi saya menceritakan hebatnya sebuah produk. Komentar orang:”Ya iyalah dia kan member, pasti aja bilang produknya bagus”. Begitulah, apapun yang kita lakukan selalu ada komentar yang mungkin bisa melemahkan semangat kita. Kita juga pernah mendengar kisah lukmanul hakim, anaknya dan seekor keledai. Saya tidak akan mengulangi kisah tersebut, tetapi intinya orang akan selalu komentar terhadap apapun yang kita lakukan. Mengapa ? Apa yang orang lain inginkan dari kita?
Orang lain ingin kita sama dengan mereka, orang kebanyakan. Orang kebanyakan tidak ingin kita beda. Kalo kita melakukan hal yang berbeda sedikit aja, pasti mengundang komentar orang. Orang ingin kita seperti orang kebanyakan. Melakukan kegiatan seperti orang kebanyakan lakukan. Mencapai prestasi sebagaimana orang kebanyakan capai. Itulah orang kebanyakan. Sayang orang kebanyakan adalah orang yang jauh dari sukses, karena syarat dari sukses adalah anda harus “BEDA”.
Bagaimana menurut anda? Apakah anda siap menjadi “BEDA” dan siap menerima komentar orang?


