Ketika janin manusia berumur 120 hari, maka ditentukan 4 hal yaitu rezeki, jodoh, usia, dan takdir baik dan buruknya. Pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas Bagaimana ketentuan rezeki ditulis? . Selanjutnya kita akan membahas bagaimana ketentuan usia ditulis?
Sama seperti bagaimana ketentuan rezeki ditulis, di sini kita mengajukan 2 dugaan, yaitu:
1. Ketentuan tanpa kondisi, contoh:
“Untuk fulan bin fulan usianya adalah 25th”
2. Ketentuan dengan kondisi, contoh:
“Untuk fulan bin fulan usianya adalah 25th, tapi apabila menjalin silaturahim dipanjangkan menjadi 30th”
Untuk ketentuan usia ini saya memilih ketentuan no 2 lebih tepat, mengingat hadits “Barangsiapa menjalin silaturahim, maka akan dipanjangkan umurnya”. Sebagian ulama berpendapat bahwa maksud dipanjangkan umurnya di sini adalah “dikenang sepanjang masa”. Saya tidak sependapat. Pada kenyataannya dunia tidak hanya mengenang penjalin silaturahim tetapi juga mengenang perusak silaturahim seperti Abu Lahab, Firaun, Namrudz dan konco-konconya. So, penafsiran “dipanjangkan umurnya” menjadi “dikenang sepanjang masa”, saya rasa tidak tepat.
Pada ketentuan contoh di atas, fulan bin fulan sesuai ketentuan bisa meninggal pada usia 25th, bisa juga pada usia 30th, tergantung bagaimana fulan bin fulan menjalin silaturahim. Kedua usia tesebut dalam ketentuan.
Tentu saja hanya Allah yang mengetahui ketentuan mana yang benar. Ini hanya dugaan. Lagipula tidak penting berapa usia kita tapi lebih penting bagaimana kita mengisinya. Seperti lirik sebuah lagu “Walaupun hidup seribu tahun tidak sembahyang apa gunanya”.
Ketentuan mana yang anda pilih?



Assalamualaikum Oktovan… Udah lama gak bertemu nih…
Semua hidup kita memang sudah dalam ketentuan Allah… Karenanya yang perlu kita lakukan semata-mata hanya untuk ibadah kepada-Nya…
Sebagaimana firman Allah:
“Tidak Ku-ciptakan Jin dan Manusia selain untuk beribadah kepada-Ku”
Jadi usia dan rizki kita untuk ibadah aja lah…
Tulis terus ya… hikmah2 nya…
Mantaplah, enak banget dibacanya Man, sederhana dan mengena. Bolehlah. Subhanallah
Mantap Man, enak banget dibacanya, sederhana dan mengena. Subhanallah