Mungkin anda belum paham betul apa itu Multi Level Marketing (MLM) lalu muncul lagi istilah baru Viral Marketing (VM), mahluk apa pula ini? Nah, di tulisan ini saya mencoba untuk membuat perbandingan antara keduanya berdasarkan praktek yang terjadi di lapangan yang saya amati.
Ada 3 item yang bisa diperbandingkan antara VM dan MLM, yaitu: produk, tugas marketer, dan kompensasi.
- Produk.
- Produk di MLM adalah produk yang unik, produk yang didistribusikan secara exklusif oleh perusahaan MLM tertentu. Anda tidak akan mendapatkan produk yang sama di tempat lain. Mungkin anda bisa mendapatkan produk yang mirip tetapi bukan produk yang sama. Kalo anda menemukan sebuah perusahaan MLM yang mempromosikan produk yang sama yang bisa anda dapatkan dengan lebih mudah dan murah di pasaran, percayalah anda berada di perusahaan MLM yang salah.
- Produk di VM adalah produk yang umum, produk yang bisa anda didapatkan di pasaran bebas. Contoh produk yang popular saat ini didistribusikan secara VM adalah pulsa HP. Anda bisa mendapatkan pulsa HP dimana-mana
- Tugas Marketer
- Karena Produk MLM adaah produk yang unik, maka salah satu tugas marketer adalah mempromosikan produk tersebut. Produk tersebut tidak dipromosikan melalui media masa baik cetak maupun elektronik. Untuk bisa mempromosikan produk, marketer harus tahu sedikit banyak produk yang ia promosikan.
- Di VM, anda tidak mempunyai tugas mempromosikan produk, karena yang bertugas mempromosikan produk adalah produsen dari produk tersebut. Contoh produk pulsa SIMPATI maka yang mempromosikan SIMPATI adalah TELKOMSEL. Anda tidak usah ikut repot-repot mempromosikan SIMPATI, yang perlu anda promosikan adalah tempat membeli. Sekali lagi, tugas anda selaku marketer di VM adalah mempromosikan tempat membeli bukan mempromosikan produk.
- Kompensasi
- Karena tugas dari marketer di MLM lebih berat daripada tugas marketer di VM, maka wajar jika kompensasi marketer di MLM relatif lebih besar daripada di VM. Darimana asalnya kompensasi tersebut? Kompensasi tersebut berasal dari biaya promosi yang memang seharusnya dikeluarkan produsen untuk mempromosikan produk di media cetak atau media elektronik.
- Marketer di VM tidak akan mendapatkan kompensasi dari promosi produk. Wajar karena marketer di VM tidak mempromosikan produk sebagaimana marketer di MLM.
Anda tertarik yang mana? Oh anda tertarik dua-duanya. Wah anda maruk? bukan. Itu berarti anda orang yang sedang merencanakan Multi Sources Income (MSI) untuk masa depan anda. Anda nggak sendirian (kayak tema blog di atas), percaya? Kalo anda nggak percaya, coba anda tanyakan ke bos besar anda (dirut) dimanapun anda bekerja yang gaji dan tabungannya jauh di atas anda. Tanyakan: apakah mereka hanya mengandalkan gaji mereka sebagai dirut saja (single source income). Pasti jawaban tidak, paling tidak mereka komisaris di satu perusahaan lain. Mengapa? Karena mereka sadar akan masa depan suatu saat tidak jadi bos lagi.
Atau anda tidak tertarik dua-duanya. Ya, itu juga nggak papa. Saya jamin anda tidak akan mati kelaparan hanya karena nggak ikut keduanya, karena memang belum waktunya anda mati.
So, pilihan ada di tangan anda?











Trims info ny
klo saya sih lebih milih MLM selain bisa dapat keuntungan besar di banding VM saya juga bisa banyak relasi kerja dan bisa membuka peluan usaha baru selain usaha MLM nantinya!!!