Feeds:
Posts
Comments

Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. An-Nahl:69

Madu adalah salah satu minuman yang direkomendasikan dalam Al-Quran selain susu. Jadi apabila kita minum madu karena mengimani ayat ini, maka kita mendapat pahala.

Suatu hari Nabi, didatangi oleh seorang sahabat. Sahabatnya itu berkata bahwa temannya diare dan sudah minum madu selama 3 hari, tapi tidak sembuh-sembuh. Lalu nabi bersabda “Teruskanlah minum madu, susungguhnya Allah tidak berdusta, perut temanmulah yang dusta”. Keesokan harinya temannya itu pun sembuh. Jadi waktu penyembuhan bisa lama tergantung dari banyaknya racun (dusta) di dalam perut orang tersebut.

Madu terbukti bermanfaat untuk menyembuhkan gangguan pencernaan. Mengingat pencernaan (perut) adalah sumber segala penyakit, maka madu dapat dianggap penyembuh segala jenis penyakit.

Bagaimana Cara Minum Madu?

Madu dapat langsung di minum. Bisa juga dicampur dengan air putih, teh, susu atau kopi. Penulis sendiri tidak lagi memakai gula apabila minum teh dan kopi, tetapi menggunakan madu. Selain lebih sehat, rasanya lebih nikmat dan baunya harum, apalagi kalo pakai madu lengkeng. Sedap tenan…

Cara Memilih Madu

Madu yang bagus adalah madu yang kental, rasanya manis, tidak berbuih, dan tidak berasap. Jadi kalo anda ditawari madu yang berbuih dan berasap, dan dia bilang itu ciri madu asli, maka itu adalah bohong. Madu yang berbuih dan berasap adalah madu muda yang sebenarnya belum saatnya di panen. Jadi pilihlah madu sesuai dengan kriteria yang telah disebutkan.

Selamat menikmati madu, prototipe minuman di surga.

Salah satu penelitian tentang madu klik di sini.

Catatan Itikaf 1430H/2009M

IMG0394A

Tahun ini, pertama kali saya sekeluarga di Masjid At-Tin, Taman Mini. Sebenarnya yang semangat sekali ingin itikaf full 10 hari adalah istri tercinta, yang selama ini belum pernah itikaf dimana pun. Sedangkan saya tahun-tahun sebelumnya biasa itikaf secara ngalong di Masjid dekat rumah, mulai pukul 2.00 dini hari sampai subuh. Sebagai suami, tentu saya support dong keinginan istri tercinta, apalagi untuk kebaikan.

Kenapa di At-Tin?
Awalnya begitu banyak pilihan untuk itikaf. Diantaranya yang sempat jadi kandidat selain At-Tin adalah Masjid Baitut-Taqwa di Bea Cukai Pusat Rawamangun, Masjid Al-Azhar Jaka Permai Bekasi, dan Masjid Al-Barkah Bekasi. Dua yang terakhir tidak jauh dari rumah kami yang berada di kota Bekasi pula. Tapi atas saran seorang teman, kami disarankan ke Masjid At-Tin saja, kenapa? Karena di Masjid At-Tin, itikaf dengan membawa anak-anak/bayi sudah menjadi hal yang biasa atau dapat diterima, sedangkan di tempat lain belum tentu. Akhirnya kami pilihlah At-Tin, karena kami berencana membawa ketiga anak kami itikaf.

Semangat Sekali
Benar saja, setibanya di At-Tin hari pada sore menjelang malam 21, kami menyaksikan beberapa mutakif (peserta itikaf) sudah ada yang tiba. Sudah ada yang menggelar alas tidur mulai dari karpet tipis sampai kasur. Dan betul, ada yang bawa bayi segala, Subhanallah, begitu semangatnya orang-orang ini beribadah Ramadhan, begitu semangatnya mereka menjemput Lailatul Qadr, ya Allah rahmatilah kami. Amin.

Masjid yang Luar Biasa
Ada 2 hal yang sangat saya rasakan sehingga masjid ini memang bisa menjadi tempat yang nikmat untuk itikaf. Yang pertama, bebas nyamuk. Ha, anda mungkin heran, kenapa demikian? Tahun-tahun sebelumnya saya biasa itikaf di masjid dekat rumah secara ngalong (tidak full, hanya dari pukul 2.00 sampai subuh). Satu hal yang paling mengganggu saya adalah nyamuk, padahal sudah pakek autan, tapi masih ada aja yang bandel, tidak hanya ketika tidur, shalat dan ngajipun kita masih diganggu. Yang kedua, air yang melimpah. Tempat BAK dan tempat wudhu banyak. Saya merasakan hampir tidak pernah harus antri untuk BAK atau wudhu, hanya untuk mandi dan BAB saja yang masih ngantri karena keterbatasan kamar mandi.


Jadwal Kegiatan Itikaf yang padat

Jadwal kegiatan itikaf di At-Tin ini cukup padat terutama di malam-malam ganjil. Setelah shalat tarawih 23 rakaat dengan bacaan yang tartil dilanjutkan dengan kajian ba’da tarawih hingga pukul 23.00 WIB. Lalu pukul 2.00 hingga pukul 3.00 dini hari dilakukan Qiyamul Lail 11 rakaat plus muhasabah. Ba’da subuh pembacaan Al-Quran 1 juz yang dibacakan oleh para Hafidz, kita bisa menyimak bacaan mereka. Siang harinya ada kajian ba’da Dhuhur. Asyikan. Segar rasanya menerima begitu banyak siraman rohani dari ustadz-ustadz yang rata-rata lulusan Al-Azhar, Cairo.

Bukber IA ITB
Hari ke 23 Ramadhan, Ikatan Alumni ITB mengadakan acara buka puasa bersama di Masjid At-Tin. Ceramahnya diisi oleh Ahli Fisika dari ITB, Agus Purwanto, tentang Ayat-ayat Semesta. Ceramah yang bagus, tapi sayang pada kemana alumni ITBnya ya? kok sepi banget, apa lagi pada sibuk setor muka ke cikeas.


Maling Yang Senang Berdzikir

Walaupun dalam masjid, tidak menjamin bebas maling. Buku saya “Ayat-ayat Semesta” yang baru saya beli setelah ceramah di Bukber IA ITB, raib. Tidak hanya itu, tidak berapa lama kemudian, buku saku dzikir bonus pembelian DVD potret kehidupan Rasulullah juga ikutan raib. Benar2 maling yang gemar berdzikir. Mudah-mudahan bermanfaat ya bro. Amin.

Lailatul Qadr
Saudara saya di Kalimantan, bilang LQ adalah malam 21, keponakan saya yang mondok di Darul Quran mengatakan kalau LQ adalah malam 23, ustadz Subki bilang malam 24, saya sendiri dan kebanyakan jamaah di At-Tin berpendapat LQ adalah malam 27. Saya merasakan bahwa siang hari tanggal 27 itu, dari pagi sampai sore, lebih nyaman (tidak sepanas) dari hari-hari lainnya. Wallahu a’lam.

Demikianlah catatan Itikaf ini. Mudah-mudahan bisa menginspirasi pembaca untuk turut beritikaf di masa-masa yang akan datang. Ya Allah terimalah amal ibadah kami, sempurnakanlah pahalanya di sisi Mu, ridhailan kami, dan panjangkanlah umur kami hingga kami bisa berjumpa dengan Ramadhan Mu kembali. Amin.

Direktori Halal

Kemarin bertepatan dengan tanggal 1 Ramadhan, HalalGuide meluncurkan direktori produk halal yang beralamat di www.direktorihalal.com. Situs ini merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya yang berlokasi di www.halalguide.info/dir/.

Dalam direktorihalal.com pengunjung bisa mengetahui produk-produk halal dengan cara memilih kategori dan sub kategori yang tersedia. Selain itu juga tersedia fitur pencarian yang akan memudahkan pengunjung untuk mencari berdasarkan nama produk atau produsennya.

Silakan dicoba, bila ada kekurangan atau masukan silakan beri komentar di post ini.

Semoga situs baru tersebut bisa bermanfaat bagi ummat Islam agar selalu mengonsumsi produk yang sudah terjamin kehalalannya.

Older Posts »